Petan Senjata Suku Dayak Ma’anyan Berperang Dan Berburu Hewan Buas - BarselNews
petan senjata mematikan bagi lawan maupun binatang buas

Petan Senjata Suku Dayak Ma’anyan Berperang Dan Berburu Hewan Buas

BARSELNEWS, Buntok- Petan atau sejenis sumpit, merupakan senjata khas suku dayak ma’anyan di Barito Selatan (Barsel), dipakai untuk berperang dan berburu hewan buas.

Tokoh warga Desa Bundar, Darlen. M. Linda (73) mengatakan, pada jaman dahulu petan ini merupakan senjata paling dahsyat untuk berperang melawan musuh maupun berburu hewan buas didalam hutan belantara.

Senjata ini, lanjut dia, hanya mengadalkan kekuatan tiupan. Sasarannya pun cukup jauh sekitar 40 meter vertikal dan 20 meter horisontal.

“Intinya tergantung kemampuan si penyumpit meniupnya, bisa saja sasaran bidikannya sangat jauh bisa juga tidak jauh,” kata Darlen M Linda kepada BarselNews.com Jumat (28/9/2018).

Menurutnya, dengan senjata ini orang dayak ma’anyan, dapat melumpuhkan musuh dan hewan-hewa buruan baik yang berada diatas pohon. Seperti burung maupun hewan buas yang didarat dari jarak yang relatif jauh.

Untuk mengefektifkan fungsi petan ini, lanjut dia, anak petannya dilumuri racun dari getah tumbuhan yang menurut cerita racun tersebut tidak ada penawarnya. Dengan demikian, orang ataupun binatang buas yang terkena petan walaupun tergores dapat menyebabkan kematian.

“Uniknya binatang apa saja yang mati oleh senjata ini, dagingnya tidak beracun dan aman untuk dikonsumsi,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, namun untuk membuat petan ini sangat sulit, membutuhkan orang yang ahli sehingga benar-benar menjadi petan yang bisa diandalkan.

Dalam membuat petan lanjut dia, pertama harus mencari kayu keras dan lurus karena kayu untuk membuatnya tidak sembarangan kayu.
Adapun jenis kayu yang bisa digunakan untuk mempuat petan ini yakni, kayu ulin, tampang dan rasak.

Meski demikian, ada juga yang membuatnya dari bambu tetapi bagaimanapun kayu-kayu keras tersebut yang menjadi bahan utama membuatnya.

“Untuk membuat anak petannya, bisa digunakan bilah bambu, lidi dari aren ataupun sirap. Kemudian anak petan ini diolesi dengan getah racun,” jelas dia.

Ia menjelaskan, petan ini terbagi tiga bagian yakni, kayu yang dihaluskan, anak petan dan besi atau batu gunung yang dibuat tajam yang diikatkan pada anak petan tersebut. (UR/2).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!