DPRD Pulang Pisau Soroti Kinerja Diskominfo Karena Dinilai Lamban dan Tidak Maksimal | BarselNews

DPRD Pulang Pisau Soroti Kinerja Diskominfo Karena Dinilai Lamban dan Tidak Maksimal

Barselnews, Pulang Pisau – Kalangan DPRD Pulang Pisau soroti kinerja Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) setempat karena dinilai lamban dan tidak maksimal.

Pasalnya sejak berdiri kantornya, masih belum terlihat gebrakan yang dijalankan oleh Kominfo-SP atau masih berjalan lamban.

Oleh karena itu, Anggota DPRD Pupis dari Fraksi PDIP Gunawan, mengharapkan agar Diskominfo lebih memaksimalkan fungsinya, salah satunya memberikan informasi mengenai pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau.

“Tak kalah pentingnya juga penempatan CCTV di tempat-tempat umum, jangan sampai menjadi tidak bermanfaat. Apa lagi menggunakan uang Negara. Untuk itu kita mengharapkan agar Kominfo lebih memaksimalkan Tufoksinya,” tegas  Gunawan sembari mempertanyakan fungsi dari penganggaran CCTV sejak tahun 2018 kepada Barselnews. Kamis (14/3/2019).

Apalagi lanjut dia, Kominfo sebagai corong Pemerintah sangat diperlukan masyarakat terkait informasi, baik itu investasi, kegiatan-kegiatan yang bisa memberdayakan masyarakat dan lain sebagainya.

Senada anggota DPRD Pulpis lainnya, Edvin Mandala mengatakan asas manfaat dari beberapa program di Kominfo harus betul-betul dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama dari pengadaan CCTV yang disediakan oleh Kominfo dari sejak Tahun 2018 lalu.

“Apa manfaat pemasangan CCTV bagi masyarakat serta penganggaran wifi yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan operator?

Sebab, lanjut dia, beberapa waktu yang lalu ada aksi kriminal namun belum terungkap. Hal in i menjadi pertanyaan apakah CCTV berfungsi atau tidak?

Karena menurut dia, jika CCTV berfungsi maka jelas data atau oknum bisa terlihat. Namun dirinya menduga CCTV milik Kominfo itu masih belum ada yang berfungsi.

“Oleh karena itu kita meminta program, dan anggaran di Kominfo yang sudah ada itu harus dimaksimalkan,” tandas dia.

Ia pun menegaskan, tempat pemasangan CCTV harus betul-betul strategis, contohnyaseperti tempat rawan pengrusakan.

Apalagi, lanjut dia, daerah yang cukup tinggi pengrusakannya adalah di tempat Taman Sumbu Kurung, dapat dilihat pagar-pagar yang hampir habis (rusak).

“Intinya kita menginginkan pemasangan CCTV didaerah rawan harus menjadi skala prioritas. Karena jika ada sesuatu tinggal membuka rekamannya,” ucap dia.

Sementara itu anggota DPRD fraksi Gerindra H. Johansyah juga mempertanyakan tempat-tempat pemasangan CCTV yang di anggarkan oleh Kominfo di tahun lalu.

“Setidaknya pemasangan itu di tempat yang strategis atau ditempat dianggap rawan terhadap gangguan pasilitas umum,” ucap dia.

Ia juga mempertanyakan, apakah alat-alat CCTV milik Kominfo itu betul-betul berfungsi?

“Jika CCTV yang sudah dianggarkan oleh Kominfo berfungsi sangat mudah terlihat dan datanya pun pasti ada. Tetapi jika hanya jadi pajangan sangat merugikan karena menggunakan uang Negara,” urai dia.

Ia berharap pengadaan CCTV harus jelas manfaatnya dan petugasnya harus betul-betul disiapkan untuk mengolah data sehingga ada manfaat yang bisa dinikmati.

Ia meminta kinerja Kominfo sebagai Dinas baru betul-betul ada peningkatan dalam Tufoksinya.

“Selama ini kita melihat Kominfo belum menonjol dan belum ada peningkatannya. Untuk kita meminta agar kominfo bisa lebih maksimal lagi terutama dalam menggunakan perangkat yang ada,” tandas dia. (EF/A2).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *