Meski Diguyur Hujan Deras, Tim Brigade Pengendalian Karhutla Adaro Grup Berjibaku Padamkan Api - BarselNews

Meski Diguyur Hujan Deras, Tim Brigade Pengendalian Karhutla Adaro Grup Berjibaku Padamkan Api

Barselnews, Palangka Raya – Usai pelaksanaan rolcall pagi, tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla) Adaro Grup yang tergabung bersama Posko 1 Bundaran Burung, Ketua Posko, Kiwok langsung menginstruksikan untuk melakukan pemadaman api yang termonitor di Jalan G Obos, Palangkaraya, Kalteng.

Pemadaman api di lokasi kebakaran yang berdekatan dengan pemukiman warga ini, turut mendapat bantuan suplai air dari BPBD Kalteng. Beruntung, setelah 3 jam upaya pemadaman, hujan lebat mengguyur.

Menunggu hujan reda, tim lantas berkumpul di pelataran rumah warga setempat, sambil menikmati makan siang yang sudah di siapkan team logistik. Hujanpun berhenti bertepatan dengan kami selesai makan siang.

Kendati demikian, hujan tak lantas membuat api terhenti. Masih tampak kepulan asap di sejumlah titik. Tim bersiap, peralatan kembali digelar. Upaya pemadaman kembali dilakukan.

Tak terasa azan Shalat Ashar pun berkumandang, karena kondisi yang tak memungkinkan kami untuk melakukan Shalat ke masjid sebagian timpun bergabtian shalat di atas fire truck.

Dari dalam mobil, radio berbunyi “Mohon merapat ke jalan Mahir Maher lingkar luar karena ada titik api baru yang lokasinya pun berdekatan dekat dengan rumah warga…demikian ganti,” ujar suara diujung radio.

Sesampainya di lokasi team-pun langsung pergulat dengan hose dan nozzle untuk menyemburkan air ke bara yang ada di tumpukkan lahan gambut yang baru saja kami datangi. Sayup-sayup terdengar Adzan Maghrib berkumandang, dan tim pun masih memadamkan bara.

“Koordinasi antar team, penggunaan alat serta Kita melakukannya bukan semata-mata karena tugas dan tanggung jawab tapi lebih kepada kecintaan kita terhadap pekerjaan yang membuat team kita solid sampai hari ini,” kata Fenly Refsi M.

Hari ini adalah hari terakhir masa tanggap darurat karhutla Kalimantan Tengah, kami beralih ke transisi, jika intensitas hujan dalam sepuluh hari kedepan tinggi berarti masa transisi inipun di hentikan, tetapi kalaupun belum kami akan lanjut lagi, ujar Kiwok. (TS/A2).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!