‘Beras Bahandang’ Asli Pulang Pisau Akan Dipatenkan - BarselNews

‘Beras Bahandang’ Asli Pulang Pisau Akan Dipatenkan

Barselnews, Pulang Pisau – Dinas Pertanian (Distan), akan patenkan ‘Beras Bahandang’ atau beras merah yang dikembangkan oleh masyarakat di Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.

Kepala Distan Pulpis, Slamet Untung Riyadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses pematenan sumber daya beras merah atau ‘beras bahandang’.

Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan karena kualitas padi yang diberi merk beras bahandang berbeda dari biasanya atau memiliki khas tersendiri.

“Pematenan Behas Bahandang ini dimaksudkan untuk menjaga sumber daya padi merah sebagai hasil produksi asli warga Pulang Pisau, yang dikembangkan oleh masyarakat Kecamatan Jabiren Raya,” kata Slamet Untung Riyadi kepada Barselnews, Rabu, 9 Oktober 2019.

Sejauh ini, sambung Slamet, produksi padi merah di Kecamatan Jabiren Raya cukup besar dan menjanjikan. Hanya saja beberapa waktu lalu sempat terkendala penyediaan benih, meski begitu tidak menghalangi petani dalam mengembangkannya.

“Hingga saat ini hasil dari produksi padi merah petani Kecamatan Jabiren Raya mencapai 3-5 ton perhektarenya. Hal ini sangat menjanjikan,” beber dia.

Ia membeberkan, beras merah itu dipanen di atas areal yang dikelola masyarakat Jabiren Raya kurang lebih seluas 20-50 hektar.

“Tugas kita akan mematenkan padi merah. Setelah dipatenkan menjadi Behas Bahandang PulangPisau (Bahasa lokal) atau Beras Merah Pulang Pisau,” ucap dia.

Kedepan, lanjut Slamet, pihaknya berharap perkembangan disektor pertanian secara khusus akan terus berkembang, hingga mampu menopang ketahanan pangan di Kalimantan Tengah secara umum, dan Kabupaten Pulang Pisau secara khusus.

“Kedepan kita optimis sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan akan berkembang di wilayah kita,” tukas dia.

Sementara, dalam tiga minggu kedepan pihaknya juga akan menjalankan program pemerintah pusat yang bernama SERASI, yakni Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani.

Konsep program tersebut, bertujuan untuk membangun infrastruktur lahan dan yang lainnya serta untuk membangun normalisasi saluran air disetiap lahan petani. (SENDRI/A2).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *